Baru-baru ini, Universitas Wahid Hasyim memberangkatkan mahasiswanya untuk mengikuti program kuliah sembari bekerja ke Jepang.
Adalah Afwan Idzil Akbar, mahasiswa Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi, yang terpilih melalui seleksi ketat oleh pemerintah dan otoritas bursa kerja di negera Matahari Terbit itu. Selanjutnya, Afwan akan bermukim di Negara Sakura selama empat semester untuk menimba ilmu dan pengalaman di sebuah perusahaan ekspedisi internasional.

“Perusahaan yang menerimanya juga sesuai dengan disiplin keilmuan mahasiswa, sehingga Afwan akan mendapati pengalaman sekaligus keilmuan praktis dengan mengikuti program ini,” urai Dekan FE Unwahas, Khanifah, di sela-sela memberikan SK tugas belajar kepada mahasiswanya di Gedung Rektorat Unwahas.

Hadir juga dalam acara pemberangkatan tersebut, Rektor Unwahas, Dr Mudzakir Ali dan mantan Dekan Fakultas Ekonomi, Umar Chadhiq. Mudzakir menambahkan bahwa model kuliah sembari kerja ini menggandeng pihak Tohoku Multiculture Academy Sendai Miyagi, Jepang. Ada dua program yang dikerjasamakan dengan Tohoku. Pertama, program yang diperuntukkan mahasiswa S-1. Program ini difokuskan untuk memperkuat bahasa Jepang, yang dilanjutkandengan penyaluran kerja di perusahaan. Selama program berlangsung, mahasiswa tetap dapat melanjutkan perkuliahan S-1 melalui pendidikan jarak jauh selama dua tahun.

Kedua, setelah lulus mahasiswa diberi tawaran melanjutkan studi atau bekerja di sana. Program ini diperuntukkan jenjang pascasarjana. Program ini berupa kursus bahasa Jepang yang berlangsung selama 6 bulan. Umar Chadhiq, yang semenjak menjabat dekan terlibat untuk mempersiapkan program ini menyatakan, mahasiswa yang bekerja nantinya akan menerima gaji sekitar 850 yen sehari, atau setara Rp 900 ribu hingg Rp 1 juta per hari. Jika diakumulasi dalam sebulan, pendapatan yang diterima sekitar Rp 30 juta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *