Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) sukses menyelenggarakan acara yang bertajuk “Training for Lecturer: Pengajaran Financial Accounting dengan PSAK Terkini”. Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan akademisi/dosen, tetapi juga oleh anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan kantor akuntan publik. Hadir juga dalam acara ini, Mudzakir Ali (Rektor Unwahas), Khanifah (Dekan Fakultas Ekonomi Unwahas) dan Tarmizi Ahmad (Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Jateng).

Tarmizi Ahmad mengingatkan perlunya progam-program semacam ini agar sivitas kampus memiliki kompetensi yang salah satunya dapat diarahkan untuk membantu penguatan administrasi pemerintah desa. Keinginan itu, seiring dikucurkannya anggaran senilai Rp 1 Miliar untuk tiap desa dari pemerintah pusat. Dana ini disalurkan atas perintah UU 16/2014 tentang Desa.

“Utamanya bagi kampus yang memiliki Prodi Akuntansi, akan sangat kontributif bila sivitasnya, baik dosen ataupun mahasiswanya, didorong untuk melaksanakan pengabdian masyarakat melalui penguatan laporan administrasi dana desa,” terang dia di Hotel Grasia.

Tarmizi menambahkan bahwa sedikitnya 7.000 desa di Jateng bakal mendapat kucuran dana. Problematikanya, belum semua desa memiliki kesiapan pelaporan anggaran yang akuntabel. Alasan ini yang menjadikan perlunya keterlibatan akademisi. Peran akademisi, diantaranya membantu penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan yang dananya berasal dari negara.

Acara training ini diisi oleh Ersa Tri Wahyuni (Anggota DSAK IAI), Aria Farahmita (Ketua Forum Akuntansi Keuangan IAI KAPd) dan Puji Harto (Anggota IAI Wilayah Jawa Tengah) dan berlangsung selama dua hari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *